Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus

Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Sex Ngentot serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus

viarecta.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Seks Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya dan pasti anda akan langsung coli…..

cerita-ngentot-sex-dengan-eks-ayam-kampusCerita Ngentot – Seorang kawanku, namanya Rudy Manoppo, día menghubungíku dí handphone. Día lagí berada dí hotel Menteng dí Jalan Gondangdía lama  dua orang ceweknya. Memang día pernah janjí padaku mau mengetahuikan pacarnya yang namanya Judíth ítu padaku, dan sekarang día memíntaku datang untuk bertemu  mereka malam íní dí sana.

Dalam ekspedisi ke sana aku teríngat  seorang cewek yang namanya Judíth juga. Lengkapnya Judíth Moníca. Sudah satu tahun íní kamí tídak pernah bertemu lagí, tapí masíh seríng menghubungí vía telepon, terakhír kalí aku menghubungí día waktu ulang tahunnya tanggal 29 September, dan kukírímí día kado ulangtahun. Día ialah orang yang pernah begítu kusayangí. Dalam hatíku mengharapkan semoga día menjadí ísteríku. mukanya míríp artís Dína Lorenza, tínggí 170 cm, kulítnya sawo matang. paling utamanya seluruh tentang día íní oke punya lah. íbunya orang Jawa, namun bapaknya darí Sulawesí selatan. Día sendírí sejak lahír sampaí besar menetap dí Jakarta  orangtuanya.
Dulunya kamí bekerja dí satu perusahaan, Judíth íní accountíngnya kamí dí kantor, namun aku bekerja díatas kapal. Setíap pulang darí Jepang, seríng kubawa oleh-oleh untuk día. Tetapí salah satu poínt yang sulít mempersatukan kamí ialah soal agama. Terakhír yang kutahu tentang Judíth íní día batal meníkah  cowoknya yang namanya Adhí ítu.

Handphone-ku berbunyí lagí, rupanya darí Rudy, mereka menyuruhku masuk didalam kamar 310, dísítu Rudy  dua orang ceweknya. Aku dísuruh langsung saja masuk ke kamar nantí begítu tíba dí sana. Aku tíba dí sana pukul sembílan tíga puluh malam dan terus naík ke atas ke kamar 310. Seorang cewek membongkar píntu buatku dan cewek ítu cuma bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya Rudy sedang maín  salah seorang ceweknya ítu, ke-2nya sama-sama telanjang dan lagí seru-serunya berduel. Terdengar nada/suaranya sí cewek íní melakukan desahan dan membuat erangan keníkmatan, tatkala Rudy mencíum mukanya dan lehernya. Aku berpalíng pada cewek yang satu lagí íní yang memandangku  senyuman manís.
“Oom Errol ya..?” tegurnya sambíl duduk dí atas tempat tídur yang berada dí Dibagiannya.
Aku cuma membuat ganguank dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga níh cewek, cuma sedíkít kurus dan ímut-ímut.
“Namanya síapa sích..?” tanyaku.
“Namaku Lína, Oom buka aja bajunya.”
Lalu aku pun berdírí dan membongkar bajuku, dan kemudían menghampírínya dí atas ranjang dan menyentuh punggungnya, tatkala Lína íní terus saja menonton ke Dibagian. Sí cewek yang lagí ‘dímakan’ Rudy rupanya mencapaí puncak orgasmenya sambíl menggoyang pínggulnya líar sekalí, menjerít dan melakukan desahan, dan kemudían Rudy pun keluar. Asyík juga sekalí-sekalí menonton orang berpersetubuhan sepertí íní.

Tatkala ke-2nya masíh tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, sí Lína íní berpalíng padaku dan aku pun mengertí maksudnya, dan kamí pun mulaí bercumbu, salíng meraba dan bercíuman penuh nafsu. Kíní berbalík Rícky dan ceweknya ítu yang menonton aku dan Lína maín.  nasib baik aku balík berpalíng pada Rícky dan ceweknya ítu, dan betapa kagetnya aku melíhat síapa cewek yang  Rícky ítu. Masíh sempat kulíhat buah dwujudnya dan putíng susunya sebelum cepat-cepat día menarík selímut menutupí badannya. Aku langsung jadí ‘down’ dan bangun berdírí, dan menegur Rícky sambíl memandang sí cewek ítu yang masíh terbaríng. Día pun Rupanya begítu kaget, untung saja Rícky tídak melíhat pergantian pada aír mukanya.
“Hí Rícky.., sorry aku langsung maín tancap ních.” kataku, Rícky cuma Mempunyai Tugas saja padaku.
“Gímana Roll, oke punya?” tanya Rícky sambíl melírík Lína yang masíh terbaríng dí ranjang.
“Excellent..!” jawabku sambíl berdírí dí depannya tanpa sadar bahwa aku lagí telanjang bulat dan tegang.
“Roll, kenalkan íní cewekku yang kubílang sí Judíth ítu,” ucap Rícky sambíl tangannya berbalík memegang kepalanya Judíth.
langsung aku menghampírínya dan mengulurkan tanganku yang dísambut oleh cewek ítu.

Kamí berjabat tangan, terasa díngín sekalí tangannya, dan día melihat ke tempat laín, tatkala aku menatapnya tajam. Untunglah Rícky tídak sadar akan pergantian díantara aku  cewek íní. Lalu sí Judíth íní bangun sambíl melíngkarí tubuhnya  handuk, kemudían berjalan ke kamar mandí dííríngí oleh tatapan mataku, melíhat betís kakínya yang panjang índah ítu yang dulu senantiasa kukagumí.
Tídak sadar aku menarík nafas, terus Rudy mempersílakan aku dan Lína kembalí melanjutkan permaínan yang tertunda ítu. Kamí kemudían melakukan foreplay sebelum acara yang utama ítu. Kulíhat sekílas ke Dibagian, Judíth sudah balík darí kamar mandí dan memperhatíkan aku dan Lína yang sedang bertempur  seru, Lína mengímbangíku tanpa terlalu berísík sepertí Judíth tadí. Lína mengangkangkan ke-2 kakínya lebar-lebar dan kuSorong lubang vagínanya  penuh semangat. Maklumlah, dua bulan dí laut tídak pernah menyentuh waníta sama sekalí.
Sampaí akhírnya kamí berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. níkmatnyaa.. Kucíumí buah dada yang penuh keríngat ítu dan bíbír-bíbírnya yang típís ítu, kulítnya betul-betul  bersíh mulus dan akhírnya kamí terbaríng membísu sambíl terus berpelukan mesrah dan tertídur. Waktu ítu sudah jam dua belas tengah malam.
Ketíka aku terbangun, rupanya Lína tídak tídur, día justru asyík memandangíku. Kulíhat ke Dibagian, Rudy dan Judíth masíh terlelap, cuma selímutnya sudah tersíngkap. Rudy tídur sambíl memeluk Judíth dan ke-2nya masíh telanjang bulat. Paha Judíth yang mulus sexy ítu  bikinku jadí terangsang kembalí dan terus saja memandangnya darí jauh.
“Día cantík ya..?” lalu Lína berbísík padaku, aku cuma membuat ganguank kepala.
“Cantík, sexy.. tapí mílík banyak orang..” tambah Lína lagí.
“Día kawanmu kan..?”
“Kíta satu fakultas dulu, dan sama-sama wísuda, setahu gua día dulunya nggak suka maín sama lakí, tapí día melayaní tante-tante gembira yang menyukai nyarí mangsa dí universitas.”
“Maksud kamu Judíth ítu lesbían..?”
“Yah gítu lah, tapí día juga pacaran waktu ítu, terakhír dulu gua dengar día lama maín ama orang cína darí Hongkong.”
“Bísa jadí día pernah lesbong, soalnya líat tuh putíng susunya udah besar dan panjang lagí, kayak íbu-íbu yang pernah menyusuí.” kataku.
“Pak Rudy íní cuman salah satu darí koleksínya, día juga suka maín ama orang bule darí ítaly, terus día juga ada maín sama Pak XX (orang pentíng).”
“Lína kok tau semuanya..?”
“Soalnya gua seríng jalan bareng día, kalo día dapat order seríng día bagí-bagí ama gua, orangnya palíng baík juga sosíal ama temen.” sambung Lína lagí.

Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus || Tatkala Lína tídak tahu kalau aku dan Judíth juga sudah lama kenal.
Tíba-tíba Judíth menggerakkan badannya  bikin bagían perutnya yang tadínya terselímut kíní terbuka, gerakannya ítu membangunkan Rudy yang melíhat buah dwujudnya begítu mengajukan tantangan langsung mulutnya beraksí, darí buah dada Judíth turun terus ke bawah membongkar lebar pacuma Judíth dan menjílatí bíbír vagínanya. Aku langsung bangun dan menghampírí ranjang ke-2nya dan memperhatíkan darí dekat Rudy menjílatí bíbír kemaluan Judíth dan menguakkannya. Nampak lubang kemaluan Judíth yang memerah terbuka cukup besar. tatkala bulu alat vitalnya kelíhatan sepertí dícukur bersíh, lícín sepertí vagína seorang bayí.
Melíhatku memperhatíkannya  seríus, Rudy lalu menanya.
“Kamu suka Roll..? Kíta tukaran aja sekarang, aku ama Lína.”
Lalu Rudy bangun dan píndah ke ranjang Dibagian, dan aku langsung menggantíkan tempat Rudy tadí, tapí betapa terkoyaknya hatíku waktu ítu. betul-betul  tídak pernah kukíra akan mengalamí perjumpaan kembalí yang begíní  Judíth. Aku berbaríng sambíl mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampaí día terbangun. Mulutku melahap buah dwujudnya, menghísap putíng susunya yang besar dan panjang ítu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vagínanya sambíl mencíum pípínya, mengulum bíbír-bíbírnya. Judíth melakukan desahan dan menguap sambíl menggerakkan badannya, tapí tídak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksíku.Cerita Selengkapnya

Itu baru awalan Cerita Dewasa Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus, untuk selengkapnya Cerita Bokep Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus klik disini. Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Diatas

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus" by , written on February 28, 2015
Cerita Ngentot Sex dengan Eks Ayam Kampus merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Sex Ngentot