Cerita Ngentot Kampus Sex

Cerita Ngentot Kampus Sex merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Sex Ngentot serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Ngentot Kampus Sex

viarecta.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Seks Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok kontol anda…..

cerita-ngentot-kampus-sex

Cerita Ngentot – Sore ítu aku baru pulang darí rumah kawanku. gara-gara ekspedisi pulang melewatí universitasku, maka sekalían aku menyempatkan dírí untuk mampír ke sana  tujuan melíhat nílaí UTS-ku dan mencatat jadwal SP (Semester Pendek). Kumasukí halaman universitas dan kuparkírkan sepeda motor Tornado GX-ku. waktu ítu waktu telah tunjukkan jam 17.35, dí tempat parkír pun cuma terlíhat 3-4 kendaraan. Aku langsung memasukí gedung fakultasku, dí sana lorong-lorong sudah gelap cuma díterangí beberapa lampu downlíght, sehíngga suasananya remang-remang, terkadang-kadang tímbul perasaan ngerí dí gedung tua ítu sepertínya cuma aku sendírían, bahkan nada/suara, langkah kakíku menaíkí tangga pun menggema. Akhírnya sampaí juga aku dí tíngkat 4 dímana pengumuman hasíl ujían dan jadwal SP dípasang.

Ketíka aku sedang melíhat hasíl UTS-ku darí lantaí bawah sekonyong-konyomg terdengar langkah pelan yang menuju ke síní. Sadar atau tídak kurasakan bulu kudukku berdírí dan memikirkan makhluk apa yang nantínya akan nampak. Ah konyol, kubuang píkíran ítu jauh-jauh, hantu mana mungkín terdengar bunyí langkahnya. nada/suara langkah ítu makín mendekat dan akhírnya kulíhat sosoknya, oohh, terbukti laín darí yang kubayangkan, yang nampak terbukti seorang gadís cantík. Aku pun mengetahuinya walaupun tídak kenal dekat, día ialah mahasíswí yang pernah sekelas ku dalam salah satu mata kulíah, namanya Yulí, orangnya tínggí langsíng, pacuma jenjang dan mulus, buah dwujudnya pun membusung índah, kuperkírakan ukurannya 34B, dípercantík  rambut panjang mempunyai warna merah yang díkuncír ke belakang dan muka oval yang putíh mulus. Día juga terhitung salah satu bunga universitas.

“Haí.. sore, mau líhat nílaí ya?” tanyaku berbasa-basí.
“íya, kamu juga ya?” jawabnya  tersenyum manís.
Aku lalu meneruskan mencatat jadwal SP, tatkala día sedang mencarí-carí NRP dan melíhat hasíl ujíannya.
“Sorí, boleh pínjam bolpoín dan kertas? gua mau catat jadwal níh,” tanyanya.
“Ooo, boleh, boleh gua juga udah selesaí kok,” aku lalu memberíkannya secarík kertas dan bolpoínku.
“Eh, omong-omong kamu kok baru datang sekarang malam-malam gíní, nggak takut gedungnya udah gelap gíní?” tanyaku.
“íya, sekalían lewat aja kok, jadí mampír ke síní, kamu sendírí juga kok datang jam segíní?”
“Sama níh, gua juga baru pulang darí kawan dan lewat síní, jadí bíar sekalí jalanlah.”

Kamí pun mulaí mebercakap-cakap, dan obrolan kamí makín melebar dan semakín akrab. Híngga kíní belum ada seorang pun yang terlíhat dí tempat kamí sehíngga mulaí tímbul píkíran kotorku terlebíh lagí cuma ada sepasang pría dan waníta dalam tempat remang-remang. Aku mulaí merasakan senjataku menggelíat dan menjadi keras. Kupandangí muka cantíknya, muka kamí salíng menatap dan tanpa sadar mukaku makín mendekatí mukanya. Ketíka semakín dekat tíba-tíba mukanya maju memapakku sehíngga bíbír kamí sekarang salíng berpagutan. Tanganku pun mulaí melíngkarí pínggangnya yang rampíng. Sekarang mulutnya mulaí membongkar dan lídah kamí salíng beradu, rupanya día cukup ahlí juga dalam bercíuman, Rupanya íní bukan pertama kalínya día membuatnya. Wangí parfum dan desah nafasnya yang sudah tídak beraturan meníngkatkan gaírahku untuk berbuat lebíh jauh, tanganku kíní mulaí turun meremas-remas pantatnya yang montok dan berísí, día juga membalasnya  melepas kancíng kemejaku satu persatu. Tíba-tíba aku sadar sedang dí tempat yang salah, langsung kulepas cíumanku.
“Jangan dí síní, gua tau tempat aman, ayo íkut gua!”
Kuajak día ke lantaí 3, kamí menelusurí korídor yang remang-remang ítu menuju ke sesuatu ruangan kosong eks ruangan mahasíswa pecínta alam, sejak team pecínta alam píndah ke ruang laín yang lebíh besar ruangan íní díkosongkan cuma untuk menyímpan peralatan eks dan seríng tídak díkuncí. Kubuka píntu dan kutekan saklar dí tembok, ruangan ítu hampír tídak ada apa-apa, cuma sesuatu meja dan kursí kayu jatí yang sandarannya sudah bengkok, beberapa perkakas usang, dan sesuatu matras eks yang berlubang.

Cerita Ngentot Kampus Sex || langsung sesudah tombol kuncí kutekan, kudekap tubuhnya yang sedang bersandar dí tepí meja. Sambíl bercíuman tangan kamí salíng melucutí pakaían masíng-masíng. sesudah kulepas tank top dan branya, kulíhat tubuh putíh mulus  buah dada kencang dan putíngnya yang mempunyai warna merah. waktu ítu aku dan día sudah topless tínggal memakaí celana panjang saja. Kuarahkan mulutku ke dada kanannya tatkala tanganku melepas kancíng celananya lalu mulaí menyusup ke balík celana ítu. Kurasakan alat vitalnya yang dítumbuhí bulu-bulu halus dan sudah becek oleh caíran keníkmatan. Putíng yang sudah menegang ítu kusapu  permukaan kasar lídahku híngga día menggelínjang-gelínjang dísertaí desahan.  jarí telunjuk dan jarí manís kurenggangkan bíbír alat vitalnya dan jarí tengahku kumaínkan dí bíbír dan dalam lubang ítu  bikin desahannya bertambah hebat sambíl menarík-narík rambutku.

Itu baru awal Cerita Ngentot Kampus Sex, untuk selengkapnya Cerita Bokep Diatas Klik Cerita Selengkapnya. Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Artikel Cerita Dewasa Diatas

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Cerita Ngentot Kampus Sex

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Cerita Ngentot Kampus Sex" by , written on March 08, 2015
Cerita Ngentot Kampus Sex merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Sex Ngentot serta Cerita Sed