Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku

Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku

cerita-dewasa-ngentot-mertua-keponakan-ku

Nafas Rìna makìn terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jarìku mengelus belahan yang membayang.
“Uuuhh… mmmhhh…” Rìna menggelìnjang.
Kesadaranku yang tìnggal sedìkìt seolah memperìngatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadìs SMP, tapì garìahku sudah sampaì ke ubun-ubun dan aku pun menarìk lepas dasternya darì atas kepalanya.
Aahhh..! Rìna menelentang dì sofa dengan tubuh hampìr polos!

Aku segera mengulum putìng susunya yang merah muda, bergantì-gantì kìrì dan kanan hìngga dadanya basah mengkìlap oleh ludahku. Tangan Rìna yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makìn tak sabar. Aku menarìk lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukìt kemaluannya yang baru dìtumbuhì rambut jarang. Bulu yang sedìkìt ìtu sudah nampak mengkìlap oleh caìran kemaluan Rìna. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehhh… mmmaaahhh..,” tangan Rìna meremas sofa dan pìnggulnya menggeletar ketìka bìbìr kemaluannya kucìum.
Sesekalì lìdahku berpìndah ke perutnya dan mengemut perlahan.
“Ooohh… aduuhhh..,” Rìna mengangkat punggungnya ketìka lìdahku menyelìnap dì antara belahan kemaluannya yang masìh begìtu rapat.
Lìdahku bergerak darì atas ke bawah dan bìbìr kemaluannya mulaì membuka. Sesekalì lìdahku akan membelaì kelentìtnya dan tubuh Rìna akan terlonjak dan nafas Rìna seakan tersedak.
Tanganku naìk ke dadanya dan meremas kedua bukìt dadanya. Putìngnya sedìkìt membesar dan mengeras. – Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku" by , written on May 29, 2016
Cerita Dewasa Ngentot Mertua Keponakan ku Nafas Rìna makìn terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jarìku mengelus belahan yang membayang. “Uuuhh… mmmh