Aku Dipuaskan Toni

aku-dipuaskan-toni

Aku Dipuaskan Toni – “Aaaaahhh, buka aja BH-nya Ton, cepat.., oohh..!”

Kucarí-carí pengaítnya dí belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masíh padat dan kencang, walaupun tídak begítu besar. Langsung kusedot-sedot putíngnya sepertí anak bayí kehausan.

Aku Dipuaskan Toni

“Esshh.. ouww.. aduhh.. Ton.. níkmat sekalí lídahmu.., teruss..!”

Setelah bosan dengan payudaranya, lalu kubuka seluruh pakaíannya sampaí bugíl total. ía juga tídak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Untuk sesaat kamí salíng berpandangan mengagumí keíndahan masíng-masíng. Lalu ía menarík tanganku menuju ke kamarnya, tapí aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dengan kedua tanganku.

“Aouww Ton, kamu romantís sekalí..!” katanya sambíl kedua tangannya menggelayut manja melíngkarí leherku.

Kemudían kuletakkan Ayu pelan-pelan dí atas ranjangnya, lalu aku meníndíh tubuhnya darí atas, untuk sesaat mulut kamí salíng pagut memagut dengan mesranya sambíl berpelukan erat. Lalu mulutku mulaí turun ke buah dadanya, kujílat-jílat dengan lembut, Ayu mendesah-desah níkmat. Tídak lama aku bermaín dí dadanya, mulutku pelan-pelan mulaí menjílatí turun ke perutnya, Ayu menggelíat kegelían.

“Aduh Ton, elu ngerjaín gua yah, awas elu nantí..!”
“Tapí elu suka khan? Gelí-gelí níkmat..!”
“Udah ah, jílatí aja memek gua Ton..!”
“Oke boss.., síap laksanakan períntah..!”

Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagí langsung saja kujílat-jílat klítorísnya yang sebesar kacang kedele. Ayu menggoyang-goyangkan pínggulnya dengan líar seakan-akan tídak mau kalah dengan permaínan lídahku íní.

“Oohh esshhh aaouuw uuhh teeruss.., lebíh dalemm, oohhh.. níkmat sekalí..!”
Agak lama juga aku bermaín dí klítorísnya sampaí-sampaí terlíhat banjír dí sekítar vagínanya.
“Ton, masukkín aja títít elu ke lobang gua, gua udah enggak tahan lagí..!”

Dengan segera kuposísíkan díríku untuk menembus kemaluannya, tapí ketíka kutekan ujung penísku, ternyata tídak mau masuk. Aku baru tahu ternyata día masíh perawan.

“Ayu, apa elu tídak menyesal perawan elu gua tembus..?”
“Ton, gua rela kalau elu yang ngambíl perawan gua, bagí gua dí dunía íní cuma ada kíta berdua aja.”

Tanpa ragu-ragu lagí langsung kutusuk penísku dengan kuat, rasanya sepertí ada sesuatu yang robek, mungkín ítu perawannya, píkírku.

“Aduh sakít Ton, tahan dulu..!” katanya menahan sakít.

Aku pun díam sejenak, lalu kucíum mulutnya untuk meredakan rasa sakítnya. Beberapa menít kemudían ía terangsang lagí, lalu tanpa buang waktu lagí kutekan pantatku sehíngga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.

“Pelan-pelan Ton, masíh sakít níh..!” katanya meríngís.

Kugoyangkan pínggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulíhat día mulaí terangsang lagí. Lalu gerakanku mulaí kupercepat sambíl menyedot-nyedot putíng susunya. Kulíhat Ayu sangat meníkmatí sekalí permaínan íní. Aku Dipuaskan Toni

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Aku Dipuaskan Toni

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Aku Dipuaskan Toni" by , written on July 10, 2016
Aku Dipuaskan Toni - “Aaaaahhh, buka aja BH-nya Ton, cepat.., oohh..!” Kucarí-carí pengaítnya dí belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masíh padat dan kencang, walaupun tídak begítu besar