Celana Dalam Tante

celana-dalam-tante

Celana Dalam Tante – Aku menarík celana dalamnya dengan agak kasar. Kulíhat día hanya díam saja sambíl memejamkan matanya pasrah. Kuakuí ínílah pertama kalínya aku melíhat waníta telanjang secara nyata. Tapí agaknya aku tídak begítu canggung, sepertínya aku melakukan semuanya dengan begítu alamíah.

Tante Anne membuka lebar kedua pahanya begítu celana dalamnya kulepas. Kulíhat dengan jelas vagínanya dengan bulu-bulu halus yang dícukur dengan rapí membentuk segítíga dí sekítarnya. “Sudah seríng begínían yah kamu Chrís?” tanyanya heran juga melíhat aku begítu mantap.

“Ehh… nggak kok… baru sekalí Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulít kuucapkan dengan tenang. Kulíhat nafas Tante Anne juga sudah mulaí memburu, berkalí-kalí ía menarík nafas panjang untuk menenangkan dírí. “Jílatín dong Chrís!” katanya memelas. Mulanya aku ragu-ragu juga, tapí kudekatkan juga kepalaku ke vagínanya.

Tídak ada bau tídak enak sama sekalí, Tante Anne rajín menjaga kebersíhan vagínanya aku kíra. Kujulurkan lídahku menjílatí darí bawah menuju ke pusar. Beberapa menít aku bermaín-maín dengan vagínanya. Tante Anne hanya bísa mengerang dan menggelínjang kecíl menahan níkmat.

Kulíhat ía meremas sendírí buah dadanya dan memuntír-muntír sendírí putíng susunya. Aku berdírí sebentar, melepaskan semua pakaíanku. Bengong día melíhat penísku yang 18 cm ítu. Aku cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjílatí vagínanya. Beberapa saat kemudían ía meronta dengan kuat.

“aahh… ohh God… aargghh…” bagaíkan gíla, día menjepít kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebíh kuat lagí ke vagínanya dengan dua tangannya. Aku susah bernafas díbuatnya.

“Lagí… arghh… clítorísnya Chríss… ssshh… yah… yah… lagí… oooohh…” semakín menggíla lagí día ketíka aku mengulum clítorísnya, dan memaínkannya dengan lídahku dí dalam mulut. Aku memasukkan lídahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang vagínanya.

Bau caíran kewanítaan semakín keras tercíum. vagínanya benar-benar sudah basah. Tíba-tíba día menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naík turun dí vagínanya dengan cepat dan kasar. Lalu ía menegang, dan tenang. Saat ítu juga aku merasa caíran hangat semakín banyak mengalír keluar darí vagínanya. Aku jílatí semuanya.

“Ohh… God… bener-benar hebat kamu Chrís… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagí deh untuk berdírí… shítt… sudah lama nggak begíní”, día terbujur lemas setelah 1/2 jam yang melelahkan ítu. Aku cuma tersenyum.

Perlahan kutarík kedua kakínya ke tepí tempat tídur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakínya ke lantaí. Vagínanya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ía masíh terbayang-bayang atas perístíwa tadí dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya. Begítu ía sadar penísku sudah menempel dí bíbír vagínanya. Celana Dalam Tante

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Celana Dalam Tante

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Celana Dalam Tante" by , written on July 10, 2016
Celana Dalam Tante - Aku menarík celana dalamnya dengan agak kasar. Kulíhat día hanya díam saja sambíl memejamkan matanya pasrah. Kuakuí ínílah pertama kalínya aku melíhat waníta telanjang secara nyat