Kontol Adi Memang Besar

kontol-adi-memang-besar

Kontol Adi Memang Besar – Wow, sepertínya día memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bísa díbílang menakjubkan, panjang síh tídak beda jauh darí Syaíful tapí yang íní lebíh berurat dan lebar, dengan ujungnya yang dísunat híngga menyerupaí helm tentara. Jantungku jadí tambah berdegup membayangkan akan dítusuk olehnya, beraní taruhan punya sí Adí juga pastí kalah darínya.

Adí melepaskan dekapannya padaku untuk membuka celana, saat ítu Roís menekan bahuku dan memíntaku berlutut. Aku pun berlutut karena kakíku memang sudah lemas, kedua penís tersebut bagaíkan pístol yang dítodongkan padaku, tídak.. bukan dua, sekarang malah tíga, karena Adí juga sudah mengeluarkan mílíknya.

Benar kan, mílík Roís memang palíng besar dí antara ketíganya, dísusul Adí yang lebíh berísí darípada Syaíful. Mereka bertíga berdírí mengelílíngíku dengan senjata yang mengarah ke wajahku.

“Ayo Cí, jílat, síapa dulu yang mau lu servís”
“Yang gua aja dulu Cí, díjamín gue banget!”
“íní aja dulu Cí, gua punya lebíh gede, pastí puas deh!”

Demíkían mereka salíng menawarkan penísnya untuk mendapat servís daríku sepertí sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk mílíknya pada wajah, hídung, dan bíbírku sampaí aku kewalahan menentukan pílíhan.

“Aduh.. íya-íya sabar dong, semua pastí kebagían.. Kalo gíní terus gua juga bíngung dong!” kataku sewot sambíl menepís senjata mereka darí mukaku.
“Wah.. Marah níh, ya udah kíta bíarín Cítra yang mílíh aja, demokratís kan?” kata Syaíful.

Setelah kutímbang-tímbang, tangan kíríku meraíh penís Syaíful dan yang kanan meraíh mílík Roís lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut.

“Weh.. Síalan lu, gua cuma kebagían tangannya aja!” gerutu Syaíful pada Roís yang hanya dítanggapínya dengan nyengír tanda kemenangan.
“Wah gua kok gak díservís Cí, gímana síh!” Adí protes karena merasa díabaíkan olehku.

Sebenarnya bukan mengabaíkan, tapí aku harus memakaí tangan kananku untuk menuntun penís Roís ke mulutku, setelah ítu barulah kugerakkan tanganku meraíh penís Adí untuk menenangkannya. Kíní tíga penís kukocok sekalígus, dua dengan tangan, satu dengan mulut.

Líma belas menít lewat sudah, aku gantí mengoral Adí dan Roís kíní meneríma tanganku. Tak lama kemudían, Syaíful yang íngín mendapat keníkmatan lebíh dalam melepaskan kocokanku dan píndah berlutut dí belakangku. Kontol Adi Memang Besar

Incoming search terms:

Register dapat Bonus

Kontol Adi Memang Besar

Konten Forum Asik - Komunitas Agen Bola,Poker,Betting Online,Casino
Review: 5 - "Kontol Adi Memang Besar" by , written on July 10, 2016
Kontol Adi Memang Besar - Wow, sepertínya día memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bísa díbílang menakjubkan, panjang síh tídak beda jauh darí Syaíful tapí yang íní lebíh berurat dan lebar, dengan